Seorang Kekasih
“Seorang kekasih”
Seorang petugas rumah sakit pernah bercerita padaku, sebut saja pak
Tumino. Ia punya tugas yang sangat mulia
: Mengobati pasien serta Membimbing
pasien yang sedang sekarat untuk mengucap laa Ilaaha Illallah, atau umumnya
kita sebut talqin.
Sudah puluhan kali pak Tumino men-talqin pasien di rumah sakit
tersebut. “Dari 50 pasien, mungkin hanya 3 orang yang bisa mengucapkan
syahadat. Bahkan sekedar mengatakan “Allah” saja pun sulit terucap.
Deg.
Mendengar ceritanya badanku terasa lemah lalu aku beristigfar berung
kali. Membayangkan nasibku kelak saat diujung maut. Bisakah aku mengucapkannya?
Kemudian ia melanjutkan “ kamu tahu, kebanyakan orang-orang yang
bisa ditalqin, bukan orang yang punya perawakan janggut panjang, dan kerudung
yang menjuntai sepertimu,”
Lho kok?
“justru malah pekerja kasar. Kuli bangunan, pedagang asongan,
tukang sapu jalan, intinya kalangan mereka dek.” Lanjutnya.
Aku menelan ludah.
Kalimatnya membuatku berpikir amat dalam. Kalian pernah dengar
kisah tentang “kekasih yang tersembunyi” kan. Jenis manusia yang sama sekali
tidak populer. Tidak pernah dilirik. Kehadiranya tak pernah dirasakan. Rasanya
ada atau tidak dirinya sama saja.
Jenis manusia yang nol nilainya dari kaca mata dunia, tapi siapa
sangka, diam-diam ternyata mereka adalah manusia yang paling ikhlas dalam
bekerja. Ternyata dibalik teriknya matahari, dzikir tak pernah henti mengalir.
Ternyata dibalik kesederhanaan hidupnya, justru hatinya yang paling bersih.
Ternyata dari sedikit uang yang mereka miliki, bagian dari sedekahnya ternyata
yang paling besar.
Kita tak pernah tahu kekasih tersembunyi di sekitar kita. Allah
yang paling tahu kondisi hati sekalipun yang paling dalam, yang dinyatakan
ataupun dirahasiakan. Allah yang tak pernah luput membalas kebaikan. Tak peduli
dengan kalangan bangsawan, atau yang kekurangan.
Jangan pernah meremehkan seseorang. Bisa jadi dialah sang kekasih
tersembunyi itu.
Komentar
Posting Komentar