Seorang Kekasih
“Seorang kekasih” Seorang petugas rumah sakit pernah bercerita padaku, sebut saja pak Tumino. Ia punya tugas yang sangat mulia : Mengobati pasien serta Membimbing pasien yang sedang sekarat untuk mengucap laa Ilaaha Illallah, atau umumnya kita sebut talqin. Sudah puluhan kali pak Tumino men-talqin pasien di rumah sakit tersebut. “Dari 50 pasien, mungkin hanya 3 orang yang bisa mengucapkan syahadat. Bahkan sekedar mengatakan “Allah” saja pun sulit terucap. Deg. Mendengar ceritanya badanku terasa lemah lalu aku beristigfar berung kali. Membayangkan nasibku kelak saat diujung maut. Bisakah aku mengucapkannya? Kemudian ia melanjutkan “ kamu tahu, kebanyakan orang-orang yang bisa ditalqin, bukan orang yang punya perawakan janggut panjang, dan kerudung yang menjuntai sepertimu,” Lho kok? “justru malah pekerja kasar. Kuli bangunan, pedagang asongan, tukang sapu jalan, intinya kalangan mereka dek.” Lanjutnya. Aku menelan ludah. Kalimatnya membuatku berpiki...