human


Terkadang kita terlalu sering melihat keluar,tetapi lupa untuk melihat kedalam. Banyak hal yang dibangun indah diluar tapi nyatanya didalam dirinya rapuh terbengkalai.

Kita terlalu asyik main diluar hingga melupakan yang didalam padahal untuk menjadi kuat diluar harus bisa kuat didalam.

Kita terlalu sering banyak bercanda sehingga adakalanya harus ada yang dibahas serius, kadang kalanya juga terlalu sibuk bekerja sehingga lupa dengan tubuh yang harus rehat.

Kita terlalu banyak mengganggap semuanya sederhana lupa kalau sesuatu begitu punya makna,kita terlalu banyak sibuk dengan dunia maya, lupa kalau hidup sesungguhnya ada didunia nyata

Kita terlalu hanyut dengan dunia yang kita buat sendiri , lupa melihat tetangga dan sekitarnya. kita terlalu sibuk tumbuh dewasa, lupa kalau ada orang tua yang semakin hari semakin menua.

Banyak orang penting disekitar kita yang tak pernah kita perdulikan nyatanya meraka selalu ada buat kita, namun masih mencari orang lain yang tak pasti selalu ada.

Kita menjadi tidak terbiasa, merasa terpaksa, menjadi keras kepala. meyakini dalam hati bahwa rencana kita adalah segalanya bahwa usaha kita di atas semuanya.

Kita menjadi berontak dan benar-banar menolak,menganggap bahwa takdir benar-benar tidak memihak seolah alur hidup benar-benar telah rusak.

Tapi pada akhirnya kita akan menerima kita akan terbiasa meskipun mulanya kita sedikit terpaksa.

"Sebab pada akhirnya kita menyadari bahwa inilah takdir terbaik . Inilah jalan yang indah. Kita baru akan sadari setelah jalani takdir seperti air yang mengalir "








Human

#second



Komentar

Postingan populer dari blog ini

pesan untukmu (self remender)

FILOSOFI CERMIN